puisi sederhana~cinta dan benci
Cerita kecil dengan puisi sederhana
![]() |
| By: Aidan Meyer |
![]() |
| By: Tim Marshall |
Kenapa tidak. Menangislah bila ingin menangis dan tertawalah
bila ingin tertawa. Katakan semua yang ingin kamu katakan. Tulislah apa yang ingin
kamu tulis.. Itu semua adalah hak kita dan jangan biarkan itu hilang. Jangan peduli
dengan apa yang disebut “kata orang”. Sekalipun menulis bukan keahlian kita,
kemampuan kita. Tapi menulis adalah salah satu curahan dari ekspresi dan
gambaran perasaan yang tidak cukup diungkapkan dengan kata-kata. Lakukan meski
itu di sebatas cerita kecil, cerita sederhana.
Berikut adalah puisi sederhana, gambaran cerita kecil dari
salah seorang sahabat:
CINTA & BENCI
Oleh: Vitria Palahidu
Rasa yang tersirat
dilubuk hati
Seperti menggetar
memaksa jiwa
Mengungkap cinta
padanya yang lalu
Namun hasrat
tenggelam di dalam luka
Pernah terangkul
kasih di sekilas masa
Peristiwa silam
mengundang benci
Ia datang kala itu
memuja cinta
Dan kata-kata yang
dituju padaku
Sejenak kuterbuai,
ibarat terlena dalam lagu
Sepotong kasih patah
dengan khianat
Dan berlalu sisipkan
luka
Memadu kasih dibalik
janji setia
Walau hanya berlabuh
sesaat engaku dihatiku
Cintaku murni takkan
pudar
Sayang, alangkah
sayang
Aku cinta tapi benci


Komentar
Posting Komentar